Selasa, 23 Maret 2010

Lapisan-Lapisan Dalam Masyarakat (Stratifikasi Sosial)

Pengertian Stratifikasi Sosial

  • Menurut Pitirim A. Sorokin: perbedaan masyarakat ke dalam lapisan kelas-kelas secara bertingkat.
  • Menurut Drs. Robert M. Z. Lawang: penggolongan orang-orang dalam suatu sistem sosial ke dalam lapisan-lapisan hirarkis menurut dimensi kekuasaan, privilese, dan prestise.









Konsep-konsep Stratifikasi Sosial

1. Penggolongan, dibagi menjadi 2, yaitu:
  • Proses (Subyektif), definisi dari dalam hubungan interaksi dengan orang lain.
  • Hasil (Obyektif), terlepas dari individu.
2. Sistem Sosial, dalam hubungannya dengan sistem stratifikasi harus dilihat sebagai sesuatu yang membatasi dimana penggolongan itu berlaku.

3. Lapisan Hirarkis, lapisan yang lebih tinggi (lebih bernilai atau lebih besar) dari pada yang di bawahnya.
  • Dalam studi sosiologi ada beberapa istilah yang sudah baku yang menggambarkan perbedaan lapisan ini, yaitu:
  1. Lapisan Atas (Upper)
  2. Lapisan Menengah (Middle)
  3. Lapisan Bawah (Lower)
  • Baik lapisan atas sampai lapisan bawah ada suatu garis sinambung yang tak terputuskan. Untuk memperlihatkannya ada 2 buah gambar yang dapat membantu, yaitu gambar Lapisan Melingkar dan Lapisan Bersusun.
  1. Lapisan Melingkar, misalnya Keraton Yogyakarta, dimana di dalamnya berlaku tata nilai sesuai dengan aturan-aturan yang digariskan.
  2. Lapisan Bersusun, misalnya perbedaan individu dengan individu lain yang didasarkan atas kekayaan yang mereka miliki.

4. Kekuasaan
  • Menurut Max Weber: kesempatan yang ada pada seseorang untuk melaksanakan kemauannya dalam suatu tindak sosial.
  • Beberapa tokoh sosiologi modern yang mengembangkan kekuasaan dalam satu bentuk khusus, yaitu:
  1. Marvin;
  2. E. Olsen;
  3. Robert Biersted;
  4. Robert Dubin;
  5. Ralf Dahrendorf; dan
  6. Amitai Etzioni.;
  • Kekuasaan dibagi menjadi 3, yaitu:
  1. Kekuasaan Utilitarian, muncul dari asset utilitarian (apabila asset digunakan oleh mereka yang memilikinya).
  2. Kekuasaan Koersif, assetnya adalah senjata, tenaga manusia, atau badan keamanan lainnya yang digunakan polisi, tentara, atau badan keamanan lainnya.
  3. Kekuasaan Persuasif, tidak menggunakan paksaan. Assetnya: nilai dan perasaan.
5. Privilese (Hak Istimewa, Hak Mendahului, Hak untuk memperoleh perlakuan khusus)
  • Dalam stratifikasi sosial, privilese dihubungkan dalam 2 hal, yaitu:
a. Privilese Ekonomi, uang dapat membuat seseorang memperoleh perlakuan istimewa.
  • Beberapa contoh perbedaan perlakuan sosial antara mereka yang punya uang dan tidak, yaitu:
  1. Dalam Bidang Pendidikan. Orang yang mempunyai uang kemungkinan besar mendapat pekerjaan yang baik, karena mereka mempunyai pendidikan yang tinggi.
  2. Dalam Bidang Kesehatan. Orang yang mempunyai uang kesempatan mempertahankan hidupnya lebih besar.
  3. Dalam Bidang Pekerjaan. Orang yang mempunyai uang dapat digunakan sebagai modal untuk memperlebar usahanya.
b. Privilese Budaya, kebudayaan dapat memberi hak istimewa secara tidak langsung yang memungkinkan mereka yang memilikinya dapat memperoleh privilese dalam bidang ekonomi.

6. Prestise (Kehormatan), masalah kehormatan sifatnya relatif. Dalam arti kehormatan harus kita kaitkan derngan suatu kebudayaan atau sistem sosial tertentu.





Hubungan Antardimensi Stratifikasi Sosial

  • Yang dimaksud dengan dimensi disini adalah kekuasaan, privilese, dan prestise. Sedangkan yang dimaksud hubungan adalah apakah kalau orang itu berkuasa juga berprivilese dan sebaliknya. Kalau seorang itu dalam dimensi kekuasaan dan privilese berada dalam lapisan atas, maka gejala stratifikasi sosialnya bersifat konsisten.
  • Menurut Max Weber (Ahli Sosiologi Klasik), ketiga dimensi tersebut harus dibedakan, dalam arti bahwa kekuasaan memperlihatkan gejala tersendiri yang lain dari pada privilese dan prestise.
  • Dalam analisa Max Weber, privilese itu terutama berhubungan dengan kesempatan dalam bidang ekonomi dibedakan dalam 3 kelas, yaitu:
  1. Kelas Kepemilikan (Property Class), yaitu mereka yang memiliki benda-benda berharga.
  2. Kelas Perdagangan (Commercial), didasarkan pada keahlian yang kalau digunakan akan memungkinkan mereka berada pada lapisan atas dilihat dari segi pendapatan.
  3. Kelas Sosial (agak umum sifatnya). Penelitian yang sangat cermat mengenai gejala stratifikasi dalam masyarakat akan menghasilkan gambaran mengenai lapisan-lapisan kelas sosial dalam masyarakat.





Mobilitas Sosial


  • Mobilitas Sosial adalah perpindahan posisi dari lapisan yang satu ke lapisan yang lainnya.
  • 2 jenis mobilitas sosial yang sering dibicarakan dalam stratifikasi sosial, yaitu:
  1. Mobilitas Vertikal, yaitu perpindahan posisi dari yang lebih rendah ke mobilitas vertikal yang lebih tinggi atau sebaliknya.
  2. Mobilitas Horizontal, yaitu perpindahan status sosial seseorang dalam lapisan sosial yang sama.


















Tidak ada komentar:

Posting Komentar